Sakit mata [Optalmalgia]


Sakit mata [Optalmalgia]

Sakit mata dideskripsikan sebagai rasa panas, berdenyut-denyut. nyeri, atau menusuk-nusuk pada atau di sekitar mata. Juga dikarakteristik-kan sebagai perasaan ada benda asing di dalam mata. Tanda-tanda ini bervariasi dari ringan sampai parah; durasi dan lokasi persisnya menjadi petunjuk dari keiainan penyebabnya.Sakit mata biasanya berasal dari abrasi kornea, tetapi juga bisa disebabkan oleh glaukoma atau kelainan mata lainnva. trauma, dan keiainan neurologi atau sistemik Masing-masing keadaan ini dapat merangsang ujung saraf pada kornea atau mata bagian luar, menimbulkan rasa sakit.


Tindak Kewaspadaan

 Jika sakit pada mata berasal dari   luka bakar kimia, lepaskan lensa  kontak, jika ada, dan irigasi mata dengan larutan saline normal seridaknya 1 liter selama 10 menit. Tarik kelopak mata dan lap fornik dengan aplikator yang ujungnya diberi kapas untuk menghilangkan semua partikel atau bahan kimia. Sakit mata yang berasal dari giaukoma sudut tertutup akut adalah suatu kedaruratan mata yang memerlukan intervensi segera guna mengurangi tekanan intraokular (IOP). Jika perawatan dengan obattidak mengurangi ICP, pasien membutuhkan iridotomi laser atau bedah iridektomi perifer guna menyelamatkan penglihatannya


Anamnesis dan pemeriksaan fisik

Jika sakit pada mata bukan berasal dari luka bakar kimia, lakukan anamnesis lengkap,

  • Mintalah pasien menguraikan rasa sakitnya selengkap mungkin.
  • Apakah sakit ini nyeri atau tajam?
  • Sudah berlangsung berapa lama?
  • Apakah disertai dengan panas. gatal. atau rabas?
  • Cari tahu kapan dimulainya.
  • Apakah memburuk di pagi hari atau di sore hari?
  • Tanyakan apakah ia baru-baru ini terkena trauma atau menjalani operasi, khususnya jika pasien mengeluh tentang sakit hebat yang mendadak.
  • Apakah pasien memakai lensa kontak?
  • Seberapa sering ia melepas atau mengganti lensa jika lensa ini disposibel?
  • Apakah pasien mengalami sakit kepala?
  • Jika ya, cari tahu seberapa sering dan pada saat apa keadaan ini terjadi

 Penyebab medis

Glaukoma sudut tertutup akut.

Penglihatan kabur dan sakit yang tiba-tiba serta mcnyiksa pada dan di sekitar mata merupakan karakteristik dari glaukoma sudut tertutup akut; sakitnya bisa begitu hebat sehingga menyebabkan mual. muntah, dan sakit perut. Temuan Iain mcncakup penglihatan halo, penurunan ketajaman visual yang berlangsung dengan cepat, dan pupil yang melebar (moderat), kaku, tidak reaktif.

Blefaritis.

Sakit terbakar pada kedua kelopak  mata disertai oleh gatal, rabas lengket. dan injeksi konjungtiva. Temuan terkait mencakup sensasi benda asing, ulserasi kelopak mata. dan rontoknya bulu mata.

Luka bakar.

Pada luka bakar kimia. sakit mata yang mendadak dan hebat dapat terjadi dengan disertai eritema dan lepuh pada wajah dan kelopak mata, fotofobia. miosis, injeksi konjungtiva, penglihatan kabur, dan ketidakmampuan untuk terus membuka kelopak mata. Pada luka bakar karena radiasi ultraviolet, akan terjadi sakit yang moderat sampai hebat, kira-kira 12 jam sesudah pemajanan, bersama dengan fotofobia dan perubahan penglihatan.

Bintit.

Bintit menyebabkan nyeri tekan setempat dan pembengkakan kelopak mata atas atau bawah. Jika kelopak mata dibalik akan terlihat injeksi konjungtiva dan sebuah benjolan kecil berwarna merah.

Memeriksa mata bagian luar

Untuk pasien dengan sakit pada mata atau gejala okular lainnya, pemeriksa  mata bagian luar menjadi bagian penting dari pemeriksaan okular. Di sini akan dibicarakan bagaimana memeriksa mata bagian luar.Pertama-tama, periksa kelopak mata untuk mengetahui adanya ptosis dan penutupan yang tidak sempurna. Juga. amati adanya edema kelopak mata, eritema, sianosis, hematoma, dan massa. Evaluasi lesi kulit, pertumbuhan, pembengkakan, dan nyeri tekan dengan palpasi menyeluruh. Apakah kelopak mata inversi atau eversi? Apakah bulu mata  mengarah ke dalam? Apakah beberapa bulu mata rontok? Apakah bulu mata saling melekat satu sama lain atau menganduhg rabas? Selanjutnya, periksa tepi kelopak mata, khususnya perhatikan setiap debris, sisik, lesi, atau sekresi yang tidak lazim. Juga, amati adanya spasme kelopak  mata. Sekarang dengan ibu jari dan telunjuk, retraksi kelopak mata perlahan-lahan dan periksa konjungtivanya untuk melihat adanya kemerahan, kabut, folikel, lepuh, atau lesi lainnya. Periksa adanya ekimosis dengan menekan kelopak mata bawah terhadap bola mata dan mencatat semua tonjolan di atas titik tekanan ini. Amati sklera, perhatikan setiap perubahan dari warna normalnya yaitu putih. Berikutnya, sorotkan lampu ke kornea untuk mendeteksi parut, abrasi, atau ulser. Perhatikan perubahan warna, titik-titik, atau daerah putih atau berkabut. Juga, periksa ruang anterior mata, yang harusnya bersih, dalam, bebas bayangan, dan terisi cairan mata yang bening.Periksa warna, bentuk, tekstur, dan pola iris. Kemudian periksa ukuran, bentuk, dan kesetaraan pupil. Akhirnya, evaluasi responsnya terhadap cahaya. Apakah pupil lamban, kaku, atau tidak memberi respons? Apakah pupil melebar atau mengecil hanya pada satu sisi?

Konjungtivitis.

Sakit mata dan produksi air mata yang berlebihan terjadi pada keempat tipe konjungtivitis. Konjungtivitis alergi menyebabkan sakit ringan, panas. dan bilateral yang disertai oleh gatal. injeksi konjungtiva, dan rabas kental seperti tali yang khas. Konjungtivitis bakterial menyebabkan sakit hanya jika mengenai kornea. Jika tidak, menimbulkan rasa terbakar dan sensasi benda asing. Rabas bernanah dan injeksi konjungtiva juga tipikal.Jika mengenai kornea, konjungtivitis fungal dapat menyebabkan sakit dan fotofobia. Balikan meskipun tidak mengenai kornea, akan menimbulkan gatal. mata terbakar; rabas nanah yang kental: dan injeksi konjungtiva.

Konjungtivitis viral menimbulkan gatal, mata merah. sensasi benda asing, folikel konjungtiva yang tampak. dan edema kelopak  mata.

Abrasi kornea.

Pada jenis cedera ini. sakit pada mata dikarakteristikkan oleh sensasi benda asing. Produksi air mata yang berlebihan. fotofobia, dan injeksi konjungtiva juga umum ditemukan.

Ulser kornea.

ulser kornea akibat bakteri dan jamur dapat menimbulkan sakit mata yang hebat. Juga menimbulkan rabas mata bernanah, kelopak mata lengket. fotofobia, dan gangguan ketajaman visual. Selain itu, ulser kornea bakterial akan menimbulkan ulser dengan bentuk tidak teratur dan berwarna putih keabuan pada kornea; konstriksi pupil unilateral; dan injeksi konjungtiva. Ulser kornea fungal menimbulkan injeksi konjungtiva, edema kelopak mata dan eriterna. serta ulser sentral yang padat, berkabut, dikelilingi cincin yang semakin bening.

Dakriosistitis.

Sakit dan nyeri tekan di dekat kantong air mata menjadi karakteristik dakriosistitis akut. Tanda tambahan terdiri atas produksi air mata berlebihan, rabas nanah, eriterna kelopak mata, dan pembengkakan di daerah pungtum lakrimal.

Episkleritis.

Sakit mata yang dalam terjadi sewaktu jaringan yang terletak di atas sclera  meradang. Efek terkait adalah fotofobia. produksi air mata yang berlebihan. edema konjungtiva, dan sklera berwarna merah atau keunguan.

Eritema multiformis mayor.

Eriterna multiformis mayor umumnya menimbulkan sakit mata yang hebat, entropion, trikiasis. konjungthitis bernanah, fotofobia, dan penurunan pembentukan air mata.

Benda asing di dalam kornea dari konjungtiva.

Sakit hebat yang tiba-tiba adalah umum. tetapi penglihatan biasanya tetap utuh. Temuan lain terdiri atas produksi air mata yang berlebihan. fotofobia, miosis, sensasi benda asing, noda gelap di kornea. dan injeksi konjungtiva yang dramatis.

Hordeolum (timbil).

Hordeolum biasanya menimbulkan sakit mata setempat yang  makin parah jika timbil ini membesar. Eriterna dan edema kelopak mata juga umum ditemukan.

Iritis (akut).

Sakit mata sedang sampai hebat dapat  terjadi bersama fotofobia hebat, injeksi konjungtiva dramatis, dan penglihatan kabur. Pupil yang mengecil kurang memberi respons terhadap cahaya.

Tumor kelenjar lakrimalis.

Tumor pada kelenjar lakrimalis adalah lesi neoplasma yang biasanya menimbulkan sakit mata unilateral. gangguan ketajaman visual, dan eksoptalmus dalam berbagai tingkatan.

Sakit kepala migrain.

Migrain dapat menimbulkan sakit yang begitu hebat sehingga mata juga terasa nyeri. Selain itu, mual, muntah, penglihatan kabur, dan sensitivitas terhadap cahaya dan suara juga bisa terjadi.

Benda asing interokular dan lecet di mata.

Gedera yang menembus mata biasanya menyebabkan sakit mata unilateral baik ringan sampai hebat disertai gangguan ketajaman visual. Edema kelopak mata. konjungtival injection, dan respons pupil abnormal dapat juga terjadi.

Neuritis optik.

Pada neuritis optik sakit pada dan di sekitar mata terjadi jika mata digerakkan. Hilang penglihatan yang hebat dan penglihatan terowongan juga berkembang tetapi akan membaik dalam waktu 2-3 minggu. Respons pupil terhadap cahaya langsung malas atau lamban tetapi terhadap cahaya konsensual adalah normal.

Sklerilis.

Sklerilis menimbulkan sakit mata dan nyeri tekan yang hebat, bersama dengan injeksi konjungtiva, sklera yang berwarna ungu kebiruan, dan mungkin, fotofobia serta produksi air mata yang berlebihan.

Sklerokeralitis.

Peradangan sklera dan kornea ini dapat mengakibatkan sakit. panas, iritasi, dan fotofobia.

Hematoma subdural.

Sesudah terjadinya trauma kepala, hematoma subdural biasanya menyebabkan nyeri mata yang hebat dan sakit kepala. Tanda neurologi terkait bergantung pada lokasi hematoma dan ukurannya.

Trakoma.

Bersama sakit pada mata yang terkena. trakoma dapat menimbulkan produksi air mata yang berlebihan. fotofobia. rabas mata, edema dan kemerahan pada kelopak mata. serta folikel konjungtiva yang terlihat.

Uveitis.

Uveitis anterior menyebabkan sakit hebat yang timbul mendadak. injeksi konjungtiva. fotofobia. dan pupil yang kecil serta tidak reaktif.

Uveitis posterior

menyebabkan ciri-ciri serupa yang timbul perlahan-lahan selain kaburnya penglihatan yang juga berangsur-angsur dan bentuk pupil yang terdistorsi.

Uveitis lensa

menyebabkan sakit mata moderat, injeksi konjungtiva. penyempitan pupil, dan gangguan ketajaman visual yang hebat. Pada faktanya, pasien biasanya hanya bisa menangkap cahaya.


Penyebab lain

Pengobatan dan operasi.

Lensa kontak dapat menyebabkan sakit pada mata dan perasaan ada benda asing dalam mata. Operasi mata iuga bisa menimbulkan sakit pada mata dari nyeri ringan sampai sakit memukul-mukul atau menusuk-nusuk yang hebat.


Pertimbangan keperawatan

  • Untuk membantu meredakan sakit mata, mintalah agar pasien berbaring dalam ruang yang tenang dan gelap, serta menutup kedua matanya.
  • Siapkan pasien untuk menjalani pemeriksaan diagnosis, fermasuk tonometri dan foto rontgen orbital.

Pelatihan pasien

  • Tekankan pentingnya menaati instruksi yang berkaitan dengan obat-obat yang diberikan.
  • Ajarkan kepada pasien cara melindungi mata.
  • Beri tahu pasien bahwa ia harus segera mencari bantuan medis jika matanya terasa sakit.
  • jelaskan penyebab yang mendasari sakit pada mata ini dan pengobatannya